Halo sobat brainstrom!

Kehidupan kita tentunya selalu diisi dengan kegiatan yang beragam dengan berbagai tujuan. Salah satu tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja. Namun, tahukah kamu terkadang tindakan yang kamu lakukan dapat membahayakan dirimu, orang lain atau bahkan lingkungan? Yuk, simak artikel ini supaya kamu selalu aman dan hidup bahagia karena sudah mengetahui bagaimana tindakan yang harus kamu hindari dan selamat dalam pekerjaan.

belajark3.com

Keselamatan kerja adalah upaya untuk mewujudkan kondisi aman bagi pekerja dari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan pada perusahaan dengan memberikan perlindungan terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit yang terjadi karena hubungan kerja yang menimpa pekerja. Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang tidak terduga saat kapan akan terjadi dengan banyaknya penyebab yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja tersebut. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja adalah unsafe action (tindakan kerja tidak aman). Berdasarkan informasi pengawasan ketenagakerjaan di Indonesia mengungkapkan pada pertengahan awal tahun 2011, kecelakaan kerja yang timbul adalah 48.511 kasus (Kemenakertrans dan ILO, 2011). PT Jamsostek menyatakan dalam tahun 2012 setiap hari ada 9 pekerja peserta Jamsostek yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja (Markkanen, 2004). Menurut H. W. Heinrich sebesar 80% kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor unsafe action (tindakan tidak aman), misalnya pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan sebesar 20% akibat faktor unsafe condition (kondisi tidak aman). Namun persentase unsafe condition (kondisi tidak aman) yang lebih kecil daripada persentase unsafe action (perilaku tidak aman) bukan berarti tidak menjadi prioritas dalam penurunan angka terjadinya kecelakaan kerja. Unsafe action adalah suatu perilaku membahayakan atau tidak aman yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang menimbulkan kerugian cedera hingga kematian. Menurut Kavianian (1990) dalam Winarsunu (2008), perilaku berbahaya adalah kegagalan (human failure) dalam mengikuti persyaratan dan prosedur- prosedur kerja yang benar sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja.

Penelitian juga telah dilakukan untuk melihat faktor apa saja yang mempergaruhi unsafe action, terdapat hubungan yang signifikan antara unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pekerja tambang batu bara bawah tanah. Penyebab terjadinya tindakan tidak aman (unsafe action) dikarenakan faktor karakteristik diantaranya (persepsi, pengalaman kecelakaan kerja, dan stress kerja) dan faktor manajemen berupa (reward and punishment, shift kerja serta pengawasan). Persepsi merupakan salah satu sektor yang mempengaruhi perilaku. Kemampuan individu merespon stimulus yang menyebabkan persepsi antara individu berbeda. Persepsi positif dan pemahaman tepat terhadap keselamatan dan kesehatan kerja menjadi penentu kemajuan pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja. Pekerja cenderung melakukan tindakan tidak aman dan berakibat kecelakaan kerja apabila tingkat persepsi pekerja terhadap adanya bahaya / resiko di tempat kerja yang rendah. Pengalaman kecelakaan kerja merupakan salah satu penyebab tindakan tidak aman. Kecenderungan perilaku lebih berhati-hati dan lebih taat terhadap peraturan di tempat kerja dilakukan pada pekerja yang pernah mengalami kecelakaan kerja. Sedangkan pekerja yang tidak pernah mengalami kecelakaan kerja cenderung untuk meremehkan peraturan dan keselamatan kerja. Salah satu faktor penyebab utama penyebab kecelakaan kerja adalah stress dan kelelahan yang dapat menimbulkan konsekuensi bagi pekerja secara fisiologis, psikologis dan perilaku. Stres yang dialami secara terus-menerus dan tidak terkendali dapat menyebabkan terjadinya burnout yaitu kombinasi kelelahan secara fisik, psikis dan emosi. Sedangkan penyebab tindakan tidak aman dari faktor manajemen, diantaranya reward and punishment. Reward dapat mengasosiasikan perbuatan dan kelakuan setiap individu dengan perasaan senang, bahagia yang biasanya akan berdampak individu tersebut melakukan perbuatan baik secara berulang-ulang. Punishment diberikan kepada pekerja yang melanggar peraturan dan prosedur keselamatan kerja. Shift kerja sebagai salah satu penyebab utama kecelakaan kerja oleh manusia dikarenakan kelelahan yang berkontribusi 50 % terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Pengawasan merupakan salah satu penyebab tindakan tidak aman karena dapat mempengaruhi terjadinya tindakan tidak aman. Pengawas memiliki peran dalam mempengaruhi pengetahuan, sikap ketrampilan, dan kebiasaan, akan keselamatan setiap pekerja dalam suatu area tanggung jawabnya. Pengawas lebih mengetahui secara baik tentang para pekerjanya, catatan cuti, kebiasaan bekerja, perbuatan dan ketrampilan dalam bekerja. Pengawasan merupakan salah satu tugas mutlak diselenggarakan dalam mengendalikan kegiatan-kegiatan teknis yang dilakukan oleh pekerja.

kiscerti.co.id

Beberapa bentuk unsafe action yang dilakukan oleh pekerja yaitu seperti memakai APD yang tidak layak/tidak memakai APD, membuang sampah tidak pada tempatnya, pekerjaan tidak sesuai skill, tidak bekerja sesuai dengan prosedur, bercanda dan bermain-main. Memakai APD tidak layak/tidak memakai APD berarti para pekerja belum memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang diperlukan seperti safety shoes, pelindung mulut dan hidung (masker), wearpack, dan helm. Bentuk lainnya yaitu membuang sampah sembarangan yang seringkali diketemukan di beberapa tempat kerja akibat rendahnya kesadaan kebersihan tempat kerja. Selain dari segi kebersihan, bila sampah tersebut tidak dibuang pada tempatnya akan mengakibatkan kerugian untuk pihak perusahaan terutama untuk para pekerja sendiri. Misalnya jika ada sisa makanan atau oli disembarang tempat akan mengakibatkan pekerja terpeleset hingga terjatuh dan dapat menyebabkan terluka, seperti patah tangan dan kaki. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan juga termasuk unsafe action karena dapat menyebabkan terjadinya kekeliruan dan kecelakaan masa datang. Selain itu bekerja tidak sesuai prosedur dan bercanda atau bermain saat bekerja pun dapat membahayakan.


Bentuk tindakan bahaya yang lainnya tentu masih banyak lagi, namun kalian dapat menjaga diri dengan selalu membaca prosedur, peraturan dan ketentuan pada lokasi kerja masing-masing. Utamakan keselamatan selalu, sebab banyak jiwa yang menanti kehadiran pulangmu!

Dikirim oleh: Rebekka Siswandina Sari, Salsabila Ananda Putri, Abdul Latif Priyadi - UNS
Sumber: 
  • Web Safetynet.asia - safetynet.asia
  • dari berbagai sumber